Tata kelola pasar rakyat di Kalimantan Timur memasuki fase penguatan yang lebih strategis. Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (ASPARINDO) Provinsi Kalimantan Timur masa bakti 2026–2031 resmi dikukuhkan di Multi Function Hall Kemenko 3, Tower 3 Ibu Kota Nusantara (IKN) pada hari Rabu (11/2/2026).
Prosesi pelantikan turut diisi dengan kegiatan talkshow, aksi penanaman pohon, serta penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama Muhammadiyah sebagai langkah memperkuat kolaborasi dalam pengembangan ekonomi kerakyatan.
Ketua Umum Asparindo Indonesia, Y. Joko Setyanto, menegaskan bahwa dipilihnya IKN sebagai lokasi pelantikan bukan sekadar seremoni, melainkan simbol semangat baru pembangunan nasional yang harus diiringi dengan penguatan pasar rakyat. Menurutnya, pasar bukan hanya tempat transaksi, tetapi bagian dari fondasi ekonomi Indonesia ke depan.
Ia menambahkan, kontribusi pasar terhadap perputaran ekonomi sangat signifikan. Satu pasar saja dapat menghasilkan transaksi hingga puluhan miliar rupiah setiap harinya. Karena itu, pembangunan IKN perlu dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkokoh peran pasar dalam mendukung sistem logistik dan perekonomian daerah.
“Kita harus memanfaatkan peluang ini. Jangan sampai lengah dan peran kita tergantikan. Pasar rakyat harus menjadi bagian penting dalam mendukung IKN,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPD Asparindo Kaltim terpilih, Mulyono Sularno, menyampaikan bahwa kepengurusan periode baru mengemban tanggung jawab besar untuk membina dan mengembangkan pasar secara menyeluruh, baik dari sisi infrastruktur fisik maupun ekosistem perdagangannya.
Ia berkomitmen mendorong penguatan pasar-pasar di Kalimantan Timur, khususnya wilayah sekitar IKN. Menurutnya, pembangunan ibu kota negara harus berjalan selaras dengan kemajuan daerah penyangga. “Jangan sampai IKN berkembang pesat, tetapi pasar di sekitarnya tertinggal. Pasar adalah denyut kehidupan dan pusat aktivitas ekonomi masyarakat,” ujarnya.